ini dia . .
Mawar Putih di Kaki Pagar Itu
Sekuntum mawar
Tumbuh di kaki pagar
Putih warna mawar itu
Tak lekang digerus waktu
Baru sesaat kau tertanam di sana
Namun bagiku serasa seribu tahun berlalu denganmu
Tiap pagi ku memandangmu
Menyapamu dengan malu-malu
Dan diriku berharap selalu
Dirimu indah selalu
Dan takkan pernah layu
Baru sesaat kau tertanam di sana
Namun bagiku serasa seribu tahun berlalu denganmu
Di kala siang sang surya membakar dirimu
Di kala malam angin dingin menyayat dirimu
Di kala hujan ribuan tetes air menghempas dirimu
Namun keindahanmu takkan pupus
Dan sebaris puisi untukmu takkan pernah terhapus
Baru sesaat kau tertanam di sana
Namun bagiku serasa seribu tahun berlalu denganmu
Desauan angin barat yang dingin
Mengiringi jatuhnya mahkotamu yang indah
Perlahan
Menuju bumi
Seiring dengan sebait harapan
Kemudian terbang bersama dedaunan
Menghilang, entah ke mana
Takkan kubiarkan keindahan mahkotamu kembali lenyap
Walau sehelaipun akan kujaga
Takkan kubiarkan hidupku senyap
Tanpa mekarnya dirimu
Mawar putihku
Wahai mawar putihku
Kan slalu kujaga dirimu . .
Ditulis di hari yang berawan,
saat hatiku sehitam awan di langit
saat hatiku sehitam awan di langit
2 comments:
weeee
riliz reg
sapa tuh yg dmksud mawar.nyah?
hahahhaha
ada ajjah haph . .
Post a Comment