Tuesday, December 16, 2008

new poem (again)

aqu punya atu lagi puisi,
tentang panasnya hati yang sepanas dasar bumi ,
ini dia . .

Amarah

Dibayangi gundah,
tubuhku dipeluk amarah,
mataku buta akan arah,
nafasku membakar hati,
menggilasnya tiada henti.

Aku terhanyut di tengah samudera gelap,
samudera tiada akhir,
samudera nafsu yang penap,
melenyapkan seluruh daya pikir,
menutupkan tabir gelap,
kegelapan hati tanpa akhir.

Tak berhenti kucari mentari,
walau badai selimuti hati sanubari,
namun apadaya,
yang kutemukan hanya derita,
yang menyesakkan dada,
amarah yang membakar segala,
tanpa berhenti membara,
sedetikpun.

Namun,
kupendam ledakan ini,
jauh di dasar hati,
karena ku tak ingin ada yang terbangun,
menjerit, terluka, terbakar, dan mati,
hanya karena ledakan panas amarah hati ini.

3 comments:

BC said...

WOI...LIS QMUW KUQ PINTER BIKIN PUISI.....?
Bikinin 1 donkzzzzzzzzzzzzz..... btw ksih cument di blogquw....

rilz said...

mosok se ndah . . ?

mo dibikinin t '? taripx rp 500 / baris , ,

XD,

hhe, bcanda doank . .

iy wez, ne q kasi koment . .

BC said...

rilis ya opo tho dririmu.... iki jenenge ngasih cument bwad qmuw dhewe....

wkwkwk.... mbuanyoool kon iku